Konten dari Pengguna

Bagian Daging untuk Sate Maranggi agar Hasilnya Empuk dan Lezat

Seputar Hobi
Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
4 April 2025 18:08 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Bagian daging untuk sate maranggi. Foto: Pexels.com/Samer Daboul
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bagian daging untuk sate maranggi. Foto: Pexels.com/Samer Daboul
ADVERTISEMENT
Bagian daging untuk sate maranggi memiliki peran penting dalam menentukan rasa dan kelezatannya.
ADVERTISEMENT
Sate maranggi adalah kuliner legendaris khas Purwakarta yang terbuat dari potongan daging sapi atau domba yang dibumbui dan dipanggang di atas bara api. Berbagai jenis daging digunakan untuk menyajikan sate maranggi yang menggugah selera.

Bagian Daging untuk Sate Maranggi

Ilustrasi Bagian daging untuk sate maranggi. Foto: Pexels.com/Avraami Barri
Bagian daging untuk sate maranggi sering kali menggunakan potongan daging sapi yang empuk dan gurih.
Mengutip dari laman disipusda.purwakartakab.go.id, berbagai potongan daging sapi dan domba dapat digunakan untuk membuat sate maranggi, masing-masing memiliki tekstur dan cita rasa yang unik.

1. Tenderloin

Salah satu bagian yang paling sering digunakan adalah bagian has dalam atau tenderloin. Potongan ini berasal dari bagian tengah tubuh sapi, yang terletak antara bahu dan panggul.
Daging tenderloin memiliki tekstur yang sangat empuk, lembut, dan sedikit lemak, menjadikannya pilihan utama untuk sate maranggi.
ADVERTISEMENT
Keistimewaan tenderloin terletak pada kelembutannya yang membuatnya mudah dipotong menjadi potongan kecil yang pas untuk ditusuk dan dipanggang.
Selain itu, daging tenderloin memiliki rasa yang alami dan tidak terlalu berlemak, sehingga cocok disajikan dengan bumbu khas sate maranggi yang gurih.

2. Paha Sapi

Selain tenderloin, bagian paha sapi juga sering digunakan untuk sate maranggi.
Daging paha memiliki tekstur yang sedikit lebih keras dibandingkan tenderloin, namun tetap cukup empuk dan kaya akan rasa. Potongan paha ini memberikan rasa yang lebih kuat dan gurih, cocok bagi mereka yang lebih suka sate dengan tekstur yang lebih padat.
Daging dari bagian paha juga memiliki kandungan lemak yang lebih banyak dibandingkan tenderloin, yang menjadikannya lebih juicy saat dipanggang di atas bara api.
ADVERTISEMENT

3. Punggung Sapi

Bagian punggung sapi juga menjadi pilihan untuk sate maranggi, meskipun tidak sepopuler tenderloin atau paha.
Daging punggung memiliki lapisan lemak yang cukup banyak, memberikan rasa gurih dan aroma yang khas saat dipanggang.
Daging punggung yang dipanggang dengan bumbu khas sate maranggi akan menghasilkan tekstur yang lebih kenyal dan kaya rasa, dengan tambahan aroma lezat yang menambah kenikmatan saat disantap.

4. Daging Domba

Selain daging sapi, sate maranggi juga bisa dibuat menggunakan daging domba. Daging domba memberikan cita rasa yang lebih khas dan berbeda dengan daging sapi.
Meskipun demikian, bagian yang digunakan tetap sama, seperti daging paha dan tenderloin.
Daging domba memiliki rasa yang lebih tajam dan aromatik, sehingga cocok bagi mereka yang ingin mencoba variasi sate maranggi yang lebih eksotis.
ADVERTISEMENT
Sate maranggi disajikan dengan bumbu halus yang terbuat dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, lengkuas, jahe, merica, serta kecap manis dan gula merah. Bumbu tersebut meresap ke dalam daging yang dipanggang, memberikan rasa yang kaya dan gurih.
Sate maranggi juga bisa dilengkapi dengan sambal kecap, acar, dan potongan tomat yang memberikan sensasi segar dan pedas saat dinikmati.
Pilihan bagian daging untuk sate maranggi sangat mempengaruhi rasa dan tekstur sate yang dihasilkan. Daging sapi atau domba yang dipilih harus disesuaikan dengan selera agar sate maranggi menjadi hidangan yang tak terlupakan. (Suci)