Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Starter Sourdough Mati yang Harus diketahui Pencinta Roti

Seputar Hobi
Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
24 Februari 2025 17:31 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Ciri-Ciri Starter Sourdough Mati, Unsplash/Maryam Sicard
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-Ciri Starter Sourdough Mati, Unsplash/Maryam Sicard
ADVERTISEMENT
Starter Sourdough merupakan salah satu bahan yang wajib untuk membuat roti. Untuk itu, ciri-ciri starter sourdough mati harus diketahui agar roti yang dibuat dengan hasil sempurna.
ADVERTISEMENT
Starter sourdough adalah ragi alami yang mengandung bakteri Lactobacilli yang membuat roti mekar karena memproduksi CO2.
Sebelum adanya ragi instan, ternyata starter sourdough ini digunakan untuk membuat roti sebagai ragi alami yang membuat roti mengembang.

Cara Membuat Starter Sourdough

Ilustrasi Ciri-Ciri Starter Sourdough Mati, Unsplash/Debbie Widjaja
Berdasarkan buku TEKNOLOGI FROZENDOUGH DAN SOURDOUGH, Desiana Nuriza dkk, (2020:24-25), pembuatan sourdough dibuat dari ragi biang cairan ragi hasil pembuatan ragi alami.
Tujuan pembuatan ragi biang adalah untuk membuat ragi alami lebih kuat dan lebih murni. Ragi biang yang sehat didapatkan setelah menambahkan air dan tepung beberapa kali.
Tahap pertama adalah pembuatan ragi A (hari ke 1) dengan cara mencampur cairan ragi alami dari apel dan 100 gr tepung terigu protein tinggi kemudian ditutup dan diamkan selama 18-24 jam pada suhu ruang.
ADVERTISEMENT
Setelah adonan ragi A mengembang 2x lipat, maka lanjut ke tahap berikutnya, yaitu membuat ragi.
Ragi B (hari ke 2) dibuat dengan cara mencampur ragi A, air, tepung terigu, dan garam. Kemudian ditutup dan diamkan selama 12 jam pada suhu ruang. Setelah adonan Ragi B mengembang 2x lipat, maka bisa lanjut ke tahap berikutnya, yaitu membuat ragi C.
Ragi C (hari ke 3) dibuat dengan cara mencampur Ragi B, air, tepung terigu dan garam. Kemudian ditutup dan diamkan selama 6-8 jam pada suhu ruang.
Setelah adonan Ragi C mengembang 2x lipat atau bahkan lebih dari 2x lipat, maka Ragi C sudah siap digunakan. Ragi C ini memiliki sifat yang lebih aktif dibanding dengan ragi B.
ADVERTISEMENT
Salah satu cara untuk mengetes apakah ragi C sudah siap untuk digunakan dapat menggunakan cara dengan tes apung ragi C pada air. Jika ragi C sudah mengapung, ragi tersebut sudah siap digunakan untuk membuat roti.

Ciri-Ciri Starter Sourdough Mati

Ilustrasi Ciri-Ciri Starter Sourdough Mati, Unsplash/Spring Fed Images
Berikut adalah ciri-ciri starter sourdough mati sehingga memerlukan perawatan ekstra untuk menghidupkannya kembali, menurut situs livingbreadbaker.com.
Itulah ciri-ciri starter sourdough mati dan cara pembuatan starter sourdough yang perlu diketahui para pecinta roti. (Diah)
ADVERTISEMENT