Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Penyebab Burung Pleci Macet Bunyi dan Cara Mencegahnya
2 April 2025 19:59 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Penyebab burung pleci macet bunyi bisa berasal dari berbagai faktor, mulai dari lingkungan yang tidak nyaman, perubahan pola makan, hingga stres akibat kondisi tertentu.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari situs web p2k.stekom.ac.id, burung kacamata atau burung pleci merupaka sebutan untuk burung yang termasuk kedalam famili Zosteropidae.
Burung pleci yang sering mengalami perubahan tempat atau berada di lingkungan yang berisik cenderung merasa terancam dan akhirnya berhenti berkicau.
Penyebab Burung Pleci Macet Bunyi
Penyebab burung pleci macet bunyi juga bisa berkaitan dengan usia dan kondisi kesehatannya.
Burung yang masih terlalu muda atau sudah tua cenderung kurang aktif dalam berkicau. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan burung pleci mengalami macet bunyi, di antaranya:
1. Stres dan Lingkungan yang Tidak Nyaman
Burung pleci sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Jika burung merasa stres karena sering berpindah tempat, berada di lingkungan yang berisik, atau terkena gangguan dari hewan lain, ia bisa mengalami macet bunyi.
ADVERTISEMENT
2. Perubahan Pola Makan
Makanan yang kurang bergizi atau perubahan pola makan secara tiba-tiba dapat memengaruhi kondisi fisik burung pleci. Kekurangan nutrisi tertentu, seperti protein dan vitamin, dapat membuat burung menjadi lesu dan kehilangan gairah untuk berkicau.
3. Burung Sedang dalam Masa Mabung
Mabung atau pergantian bulu adalah proses alami yang dialami burung. Selama masa ini, burung pleci cenderung lebih banyak diam karena energi tubuhnya difokuskan pada pertumbuhan bulu baru.
4. Faktor Usia dan Kesehatan
Burung pleci yang masih terlalu muda atau sudah terlalu tua mungkin tidak seaktif burung dengan usia ideal. Selain itu, burung yang sedang sakit atau mengalami gangguan kesehatan juga bisa mengalami macet bunyi.
5. Kurangnya Interaksi dan Latihan
Burung pleci yang jarang mendapatkan interaksi dengan pemilik atau tidak dilatih secara rutin bisa kehilangan kebiasaannya dalam berkicau. Latihan kicauan sangat penting untuk menjaga kualitas suara burung pleci.
ADVERTISEMENT
Cara Mencegah Burung Pleci Macet Bunyi
Penyebab burung pleci macet bunyi bisa diatasi dengan berbagai langkah perawatan yang tepat. Untuk mencegah hal tersebut, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:
1. Menjaga Lingkungan yang Nyaman
Pastikan burung pleci ditempatkan di lingkungan yang tenang, tidak terlalu berisik, serta mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Hindari sering memindahkan sangkar agar burung tidak stres.
2. Memberikan Pakan yang Bergizi
Berikan makanan yang kaya nutrisi seperti buah-buahan, serangga kecil (jangkrik atau ulat hongkong), dan voer berkualitas. Jangan lupa untuk menyediakan air minum yang bersih setiap hari.
3. Memberikan Perawatan Selama Masa Mabung
Saat burung mengalami mabung, berikan perawatan ekstra seperti meningkatkan asupan nutrisi dan menjaga kebersihan kandang. Kurangi aktivitas yang dapat menyebabkan stres berlebih selama masa ini.
4. Memastikan Burung dalam Kondisi Sehat
Rutin mengecek kesehatan burung sangat penting. Jika burung menunjukkan tanda-tanda sakit, segera berikan perawatan atau konsultasikan dengan dokter hewan.
ADVERTISEMENT
5. Melatih dan Berinteraksi Secara Rutin
Biasakan untuk sering berinteraksi dengan burung pleci, baik dengan memancingnya berkicau menggunakan suara masteran atau dengan menempatkannya di dekat burung lain yang sudah gacor. Latihan ini dapat membantu menjaga kebiasaan berkicaunya.
Dengan memahami penyebab burung pleci macet bunyi serta cara mencegahnya, pemilik burung dapat menjaga kesehatan dan kicauan burung pleci agar tetap aktif dan merdu.
Pastikan perawatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan burung untuk hasil yang maksimal. (Ffh)