Konten dari Pengguna

Sinopsis The Only Girl in the Orchestra, Film Dokumenter Pendek Pemenang Oscar

7 Maret 2025 10:11 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sinema Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Sinopsis The Only Girl in The Orchestra, Unsplash/Felix Mooneeram
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sinopsis The Only Girl in The Orchestra, Unsplash/Felix Mooneeram
ADVERTISEMENT
Sinopsis The Only Girl in The Orchestra menghadirkan sebuah kisah yang penuh inspirasi tentang keberanian dan tekad dalam menghadapi tantangan.
ADVERTISEMENT
Film ini adalah film dokumenter pendek musikal Amerika Serikat tahun 2023 yang ditayangkan perdana di seluruh dunia pada tanggal 9 November 2023.
Di Academy Awards ke-97, The Only Girl in The Orchestra diketahui memenangkan Best Documentary Short Film.

Sinopsis The Only Girl in The Orchestra

Ilustrasi Sinopsis The Only Girl in The Orchestra, Unsplash/Noom Peerapong
Dikutip dari situs nyc.com, sinopsis The Only Girl in The Orchestra mengisahkan perjalanan hidup Orin O’Brien, seorang pemain double bass perintis yang telah mencatat sejarah di dunia musik.
Dengan latar dunia orkestra yang penuh tantangan, cerita ini menghadirkan perjalanan Orin O’Brien yang berusaha membuktikan kemampuannya di tengah berbagai rintangan.
Sejak awal kariernya, dia tidak pernah menginginkan sorotan tetapi dedikasinya yang luar biasa di bidang musik membawanya meraih 16 penghargaan Grammy.
ADVERTISEMENT
Pada tahun 1966, Leonard Bernstein, seorang konduktor ternama, merekrutnya sebagai musisi wanita pertama di New York Philharmonic.
Dalam sinopsis The Only Girl in The Orchestra, keputusan ini bukan hanya mengubah hidup Orin tetapi juga menjadi tonggak penting dalam sejarah orkestra simfoni dunia.
Meski awalnya dia enggan menjadi pusat perhatian, kenyataannya Orin menjadi daya tarik sendiri dalam dunia musik klasik dan menginspirasi banyak orang.
Dalam perjalanannya, dia berkembang menjadi salah satu musisi paling dihormati dan dikenal pada generasinya. Kemampuannya dalam bermain double bass, ketekunannya dalam berkarya, dan dedikasinya menjadikannya ikon yang patut dikenang.
Sekarang, di usianya yang ke-87 tahun dan setelah resmi pensiun, Orin mengenang kembali perjalanan hidup dan kariernya yang luar biasa.
ADVERTISEMENT
Meski telah mencapai banyak pencapaian, dia tetap lebih memilih untuk terus mendukung keluarga, siswa, teman, dan koleganya dalam perjalanan musik masing-masing.
Film dokumenter ini dibuat oleh Molly O’Brien yang merupakan keponakan Orin. Dia juga menyoroti filosofi hidup Orin yang unik, di mana dia percaya bahwa kebahagiaan sejati datang dari mampu ‘bermain biola kedua’.
Sinopsis The Only Girl in The Orchestra bukan hanya sekadar cerita tentang musik tetapi juga tentang semangat, perjuangan, dan mimpi.
Kisah ini memberikan inspirasi bahwa dengan ketekunan dan juga keyakinan, maka impian dapat menjadi kenyataan. (Mey)