Konten dari Pengguna

UMKM Syariah: Kunci Rezeki Berkah di Bulan Ramadhan

Surya Ganda Syah Putra
Saya adalah mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga. Saya berasal dari Kediri, Jawa Timur. Saat ini saya terjun di bidang kajian budaya yang berfokus pada isu class, gender, race, dan age. Saya biasa membua
4 April 2025 16:53 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Surya Ganda Syah Putra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Potret seorang wanita yang akan berbelanja ke UMKM Syariah di Bulan Ramadhan. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Potret seorang wanita yang akan berbelanja ke UMKM Syariah di Bulan Ramadhan. Foto: Freepik
ADVERTISEMENT
Ekonomi syariah makin menjadi andalan di Indonesia, terutama karena prinsipnya yang menjunjung tinggi keadilan, transparansi, dan keberlanjutan. Salah satu pilar utama dalam ekonomi ini adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Peran UMKM dalam ekonomi syariah semakin terasa saat bulan Ramadhan, di mana aktivitas ekonomi meningkat pesat dan peluang usaha terbuka lebar. Artikel ini akan membahas bagaimana UMKM berkontribusi dalam ekonomi syariah serta bagaimana bulan suci Ramadhan membawa berkah bagi para pelaku usaha kecil.
ADVERTISEMENT
UMKM, Tulang Punggung Ekonomi Syariah
UMKM punya peran besar dalam ekonomi syariah karena mayoritas usahanya berbasis halal dan menerapkan prinsip-prinsip Islam. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, UMKM menyumbang sekitar 60,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap lebih dari 97% tenaga kerja di Indonesia. Keberadaan UMKM tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetapi juga mendorong pemerataan ekonomi.
Dalam praktiknya, UMKM berbasis syariah kerap menggunakan sistem keuangan berbasis akad-akad Islam seperti mudharabah (bagi hasil), murabahah (jual beli dengan margin keuntungan), dan musyarakah (kerja sama modal). Dengan cara ini, mereka bisa berkembang tanpa harus terjerat sistem riba yang dilarang dalam Islam.
Selain itu, UMKM syariah juga aktif dalam kegiatan sosial seperti zakat, infak, dan sedekah. Ini bukan sekadar strategi bisnis, tapi bentuk kepedulian untuk membantu mereka yang kurang mampu, selaras dengan nilai-nilai ekonomi Islam yang mengedepankan keadilan.
ADVERTISEMENT
Ramadhan: Bulan Berkah bagi UMKM Syariah
Ramadhan bukan hanya bulan penuh ibadah, tetapi juga momentum besar dalam dunia bisnis, terutama bagi UMKM. Permintaan terhadap produk halal seperti makanan, pakaian Muslim, dan perlengkapan ibadah melonjak drastis. UMKM di sektor makanan, fesyen Muslim, serta pariwisata halal mengalami peningkatan omzet yang signifikan.
Menurut Asosiasi UMKM Indonesia, pendapatan UMKM bisa meningkat 30-50% selama Ramadhan dibandingkan bulan biasa. Beberapa faktor yang mendukung peningkatan ini antara lain:
ADVERTISEMENT
Tidak hanya soal penjualan, Ramadhan juga menjadi momen berbagi keberkahan bagi UMKM. Banyak pelaku usaha yang menjalankan program sosial, seperti berbagi takjil gratis, memberikan diskon bagi masyarakat kurang mampu, atau menyisihkan sebagian keuntungan untuk kegiatan amal.
Potret seorang pelaku UMKM yang sedang mencari keberkahan rezeki di Bulan Ramadhan. Foto: Freepik
Tantangan dan Solusi bagi UMKM Syariah
Meski punya potensi besar, UMKM syariah juga menghadapi beberapa tantangan, seperti:
ADVERTISEMENT
Sebagai konsumen, kita juga bisa mendukung UMKM syariah dengan memilih produk halal, berkontribusi dalam ekonomi syariah, dan ikut berbagi keberkahan. Dengan begitu, keberkahan Ramadhan tidak hanya dirasakan oleh individu tetapi juga oleh seluruh ekosistem ekonomi yang berbasis nilai-nilai Islam.