Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
KKN UM Palembang Bantu UMKM Tenun Lewat Inovasi Kemasan Ramah Lingkungan
14 Maret 2025 15:00 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Teknik Industri UM Palembang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Ogan Komering Ilir, 13 Februari 2025 – Dalam upaya meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mengurangi dampak lingkungan, Dosen Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang), Bayu Wahyudi, S.T., M.T., bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengadakan sosialisasi dan pelatihan terkait pengembangan brand kain tenun kemasan ramah lingkungan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pemberdayaan Masyarakat Bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (PPPM - KKN), yang didanai oleh hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2024.
ADVERTISEMENT
Pelatihan ini berlangsung pada Kamis, 13 Februari 2025 di Desa Simpang Empat, Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir da mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat.
Bayu Wahyudi menyoroti pentingnya inovasi dalam industri kain tenun agar produk lokal dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Salah satu aspek penting yang dibahas adalah penggunaan kemasan ramah lingkungan, yang tidak hanya meningkatkan nilai jual produk tetapi juga mengurangi limbah plastik yang mencemari lingkungan.
“Kemasan memiliki peran besar dalam menarik perhatian konsumen, dengan konsep ramah lingkungan, tidak hanya produk yang bernilai tambah, tetapi kita juga turut serta menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Bayu dalam sesi materi.
Sekretaris Desa Simpang Empat, Firmansyah, yang membuka acara tersebut, menyampaikan terimakasih dan apresiasinya kepada tim pengabdian dari UM Palembang. Ia berharap inovasi yang diberikan dapat membawa perubahan positif dan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pelaku usaha kain tenun lokal lainnya di desa tersebut.
ADVERTISEMENT
Selain dihadiri oleh pelaku usaha kain tenun, pelatihan ini juga diikuti oleh perangkat desa, seperti Kaur Keuangan dan Ketua Karang Taruna, yang turut mendukung pengembangan ekonomi lokal. Para peserta mendapatkan pelatihan mengenai desain kemasan inovatif serta cara memilih bahan kemasan yang dapat digunakan kembali atau didaur ulang.
Pelatihan ini tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga memberikan wawasan mengenai strategi pemasaran dan branding bagi para pelaku usaha. Dengan dukungan akademisi dan mahasiswa, masyarakat diharapkan semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha berbasis budaya lokal dengan pendekatan yang lebih modern dan berkelanjutan.
Dengan adanya program ini, diharapkan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Desa Simpang Empat dapat mengadopsi praktik yang lebih ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan daya saing produk mereka di pasar nasional maupun internasional. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong industri kreatif berbasis kearifan lokal yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman.
ADVERTISEMENT