Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Meneladani Surah Al-Kafirun
3 April 2025 8:43 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari NEWS UAD tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Kajian Subuh secara rutin yang telah dilaksanakan pada 7 Maret 2025 di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan tema “Tadabur Surah Al-Kafirun” disampaikan oleh Ustaz M. Syahdan Ardiansyah berjalan dengan lancar. Kajian tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman agar kita terhindar dari golongan orang-orang yang kafir serta menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt.
ADVERTISEMENT
Surah Al-Kafirun memiliki beberapa poin yang cukup penting sehingga perlu dipahami dengan saksama. Pertama, surah tersebut diturunkan oleh Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. di Makkah dan tergolong menjadi surah Makkiyah. Surah Al-Kafirun turun tatkala para tokoh kafir Quraisy menawarkan diri kepada Nabi Muhammad saw. akan menyembah Allah Swt. selama satu tahun dengan syarat bahwa Nabi Muhammad saw. pun harus menyembah Tuhan yang mereka sembah selama satu tahun. Sebab itulah Surah Al-Kafirun diturunkan agar membantu Nabi Muhammad saw. dalam menjawab penawaran dari kafir Quraisy.
Keutamaan dalam Surah Al-Kafirun salah satunya ialah akan terbebas dari kesyirikan. Pesan inti dari surah tersebut yakni membahas secara khusus tentang mengesakan Allah Swt. dalam ibadah dan melepaskan diri dalam segala bentuk kesyirikan. Lalu, mampu memisahkan antara syirik dan iman, serta bagaimana seorang mukmin untuk tidak mengikuti perkataan dan perbuatan orang-orang yang melakukan perbuatan syirik.
ADVERTISEMENT
Ustaz Syahdan juga menyampaikan bahwa nilai dan tadabur dari Surah Al-Kafirun yakni untuk mengajarkan kita tentang bagaimana Allah Swt. mendikte Nabi Muhammad saw. dalam menjawab penawaran orang kafir Quraisy, kemudian menyatakan dengan terang-terangan bahwa kita melepas diri dari kesyirikan. Kemudian, kita juga harus senantiasa berhati-hati terhadap penawaran dan janji-janji kaum kafir Quraisy kepada kaum muslim dalam hal agama. Khususnya karena hal ini misi dari agama mereka yang batil, serta menyatakan secara terangan-terangan bahwa agama Islam terpisah dari agama lain yang mengandung kesyirikan.
Hal yang dapat kita lakukan agar terhindar dari golongan orang-orang yang kafir adalah dengan berusaha sebaik mungkin dalam menerima kebenaran dan menepis tuduhan pembenci Islam dengan dalil Al-Qur’an, dan melepaskan diri dari bentuk kesyirikan serta penganutnya. Kemudian tidak menerima penawaran dalam hal agama ataupun akidah dari orang-orang kafir Quraisy. Terakhir, menolak anggapan persamaan atau kemiripan antara agama Islam dengan agama yang lain karena itu merupakan anggapan batil secara syariat yang tidak akan sesuai dengan logika dan fakta. (Salsya)
ADVERTISEMENT