Konten Media Partner

Ratu Dewa Perbaiki Rumah Warga yang Tidak Layak Huni Pakai Dana Pribadi

13 Maret 2025 19:44 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, saat meninjau salah satu rumah warga yang tidak layak huni. (ist)
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, saat meninjau salah satu rumah warga yang tidak layak huni. (ist)
ADVERTISEMENT
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, membangun 4 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menggunakan dana pribadinya, atau bukan berasal dari APBD.
ADVERTISEMENT
Hal ini sebagai bentuk menunaikan janji politiknya bersama Prima Salam saat pencalonan di Pilkada Palembang yang lalu.
"Hari ini kami memenuhi janji kami waktu masa pencalonan kemarin, saat kampanye kami sempat datang bersama Pak Zulinto berjanji akan membangun ulang rumah rusak ini, dan kini kami realisasikan," kata Ratu Dewa, saat meninjau perbaikan RTLH di RT 35 Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Kamis, 13 Maret 2025.
Menurut Dewa, karena lokasi rumah yang berada di rawa maka pembangunan menggunakan sistem knock down atau rumah panggung. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya banjir saat air Sungai Musi pasang.
"Bentuk knock down yang kami ambil seperti rumah di daerah Ogan Ilir, jadi bangun tapaknya dulu baru atasnya. Ada dua sampai tiga rumah di sekitar sini yang akan dibangun," katanya.
ADVERTISEMENT
Ratu Dewa bilang, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga menjadi pekerjaan rumah yang menjadi salah satu prioritas program kerjanya di Pemkot Palembang. Di mana saat ini terdapat 2 ribu lebih RTLH di Palembang.
"Ke depan kami akan upayakan agar program perbaikan RTLH ini dapat dianggarkan menggunakan APBD, APBN, dan CSR perusahaan," katanya.
Kepala Dinas Permukiman dan Pertama (Perkimtan) Kota Palembang, Agus Rizal, mengatakan saat ini pihaknya sedang membuat regulasi untuk pendanaan perbaikan RTLH melalui APBD.
"Di samping itu kita coba melalui CSR dari forum TJSL berupa Gerakan Rumah Agar Layak (Gebrak) yang akan di launching akhir April 2025," katanya.
Perkimtan saat ini juga sedang membuat prototipe tipe rumah yang akan dibangun, karena setiap rumah itu kapasitas per kapitanya berbeda.
ADVERTISEMENT
"Ada tipe rumah 20, 36, 45, dan 54, estimasi mulai Rp 50 jutaan sesuai dengan tipe rumah pondasi menerus, bertiang, dan dan lainnya," jelasnya.