Konten dari Pengguna

Peran Strategis Koperasi dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Anisa Sihite
Mahasiswa di Universitas Katolik Santo Thomas
11 Maret 2025 12:13 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Anisa Sihite tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Ilustrasi Koperasi Perpustakaan (sumber: https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Koperasi Perpustakaan (sumber: https://pixabay.com)
KOPERASI merupakan organisasi yang dimiliki dan dioperasikan oleh anggotanya untuk kepentingan bersama. Mereka biasanya berfokus pada penyediaan layanan keuangan seperti tabungan, pinjaman, dan asuransi, tetapi juga meliputi sektor lain seperti pertanian, perdagangan, atau jasa.
ADVERTISEMENT
Menurut Undang-Undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupa mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.
Menurut data Kementerian Koperasi dan (Usaha Kecil Menengah (UKM) jumlah koperasi aktif Indonesia relatif banyak, hampir 130 ribu unit dan melayani lebih dari 25 juta anggota pada tahun 2020. Meskipun demikian, capaian ini menurun dibandingkan tahun 2015, di mana dilaporkan terdapat lebih dari 150 ribu unit koperasi yang melayani lebih dari 37 juta anggota.
Mendorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Koperasi membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggotanya dengan memberikan akses ke berbagai layanan seperti tabungan, kredit usaha, dan pendidikan keuangan. Hal ini membantu anggota koperasi untuk memulai atau mengembangkan usaha mereka sendiri.
ADVERTISEMENT
Mendorong Keberlanjutan Ekonomi, Koperasi dapat membantu mengembangkan sektor ekonomi lokal dengan mempromosikan produk lokal dan layanan yang diproduksi atau disediakan oleh anggota koperasi. Ini dapat meningkatkan daya saing ekonomi lokal dipasar global.
Dengan menyatukan kekuatan dari para anggotanya, koperasi mampu meningkatkan akses terhadap sumber daya dan pasar, serta memberdayakan masyarakat secara ekonomi. Hal ini tidak hanya menguntungkan bagi anggotanya sendiri tetapi juga bagi komunitas secara luas, dengan menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi disparitas ekonomi.
Koperasi juga mempromosikan nilai-nilai solidaritas dan tanggung jawab sosial, yang berkontribusi pada pembangunan sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Tantangan Koperasi
Meskipun banyak manfaat, koperasi juga menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa masalah yang sering dihadapi oleh koperasi salah satunya yaitu manajemen keuangan. Tidak semua koperasi mampu mengelola keuangan dengan baik, atau memiliki akses terhadap modal yang cukup untuk berkembang. Hal ini bisa mencakup kurangnya sistem pencatatan yang teratur, pengawasan yang lemah terhadap pengeluaran dan penerimaan, serta kurangnya perencanaan keuangan jangka panjang.
ADVERTISEMENT
Karya Abdi Masyarakat Jurnal, 2021 mengatakan bahwa Koperasi diIndonesia baik dari sisi jumlah maupun kualitas dan jenis usaha terus meningkat, walaupun tidak dapat dimungkiri jumlah koperasi yang tutup usaha dan tidak aktif juga tidak sedikit. Salah satu penyebabnya adalah dari sisi lemahnya pengelolaan keuangan oleh pengurus, sehingga keberlangsungan usaha tidak dapat dipantau dan menimbulkan ketidakpercayaan dari anggota koperasi.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh koperasi adalah akses terhadap modal dan pembiayaan. Banyak koperasi terutama yang beroperasi didaerah pedesaan atau dikomunitas yang kurang berkembang menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan formal. Hal ini dapat menghambat kemampuan koperasi untuk memperluas usaha mereka, meningkatkan produksi, atau bahkan memulai inisiatif baru.
ADVERTISEMENT
Selain itu, manajemen dan keahlian bisnis juga merupakan tantangan signifikan. Banyak koperasi didirikan oleh anggota yang mungkin memiliki keterampilan dalam bidang tertentu, tetapi kurang pengalaman dalam aspek manajemen bisnis yang kompleks seperti perencanaan strategis, pengelolaan keuangan, atau pemasaran. Kekurangan dalam manajemen dan keahlian ini dapat menghambat koperasi untuk bersaing dipasar yang semakin kompetitif
Tantangan lainnya termasuk pengembangan pasar dan strategi pemasaran yang efektif. Koperasi sering kali berjuang untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan menarik pelanggan baru. Mereka perlu mengembangkan strategi pemasaran yang tepat untuk mempromosikan produk atau layanan mereka secara efektif, yang sering memerlukan sumber daya tambahan yang tidak selalu tersedia.
ADVERTISEMENT
Di samping itu, regulasi dan kepatuhan hukum juga merupakan hal yang harus diperhatikan. Koperasi perlu mematuhi berbagai peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku, mulai dari perizinan operasional hingga kewajiban perpajakan. Keterbatasan dalam mematuhi regulasi ini dapat berdampak negatif terhadap operasional koperasi.
Pemecahan masalah
Koperasi harus menginvestasikan waktu dan sumber daya untuk mengembangkan sistem pencatatan keuangan yang terstruktur dan terintegrasi.
Selain itu, koperasi dapat membuat perencanaan keuangan jangka panjang dengan menetapkan tujuan yang jelas, menganalisis kondisi keuangan saat ini, mengembangkan rencana anggaran yang terperinci, dan melakukan diskusi antara bos dan anggota untuk pembinaan pengelolaan keuangan dalam melancarkan aktivitas koperasi.
ADVERTISEMENT
penting untuk memfasilitasi akses koperasi terhadap modal dan pembiayaan dengan menyediakan program pinjaman yang bersifat inklusif dan terjangkau. Pemerintah dapat berperan dalam memberikan insentif pajak atau jaminan untuk meningkatkan akses terhadap kredit bagi koperasi yang memenuhi syarat.
koperasi perlu didukung dalam mengembangkan pasar mereka dengan strategi pemasaran yang efektif. Ini bisa termasuk penggunaan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar serta dukungan dalam pengembangan merek dan promosi produk.
Dengan solusi ini, koperasi dapat lebih baik memanfaatkan potensi mereka dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan anggota mereka serta komunitas sekitar.
Dengan demikian, koperasi bukan hanya sekedar ekonomi tetapi juga kekuatan sosial yang mampu mengubah dan memperkuat ekonomi lokal. Dengan memberdayakan anggotanya secara kolektif, koperasi tidak hanya menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan, tetapi juga mempromosikan inklusif sosial dan kesetaraan.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan koperasi adalah langkah strategi untuk memperkuat ekonomi lokal yang berkelanjutan dan inklusif.
Anisa Sihite, Mahasiswa FEB Prodi Manajemen Universitas Katolik Santo Thomas Medan.