Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Tahukah kamu Toxic Parent Relationship?
7 Maret 2025 17:12 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Veby velischa Shanzai asav tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Tahukah kamu bahwa toxic relationship tidak ada hanya pada pasangan romantismu tetapi juga terdadap orang tua lho!
ADVERTISEMENT
Orang tua merupakan panutan pertama bagi seorang anak, tempat ia belajar segala hal yang ingin diketahui, bahkan orang tua membentuk pandangan seorang anak terhadap dunia. Justru bagaimana dengan orang tua yang merusak mental seorang anak?
Toxic parent relationship merupakan hubungan antara orang tua dan anak yang ditandai oleh perilaku merusak, seperti perlakuan kasar, pengabaian, atau komunikasi yang meracuni kesehatan mental dan emosional anak. Hal ini sering terjadi di beberapa keluarga, namun mereka tidak menyadarinya sehingga berdampak pada kesehatan mental anggota keluarga yang berada di dalamnya.
Berikut adalah ciri-ciri dari toxic parent relationship :
1. Pengabaian Emosional: Orang tua tidak menunjukkan perhatian atau kasih sayang yang cukup kepada anak, membuat anak merasa tidak berharga atau diabaikan.
ADVERTISEMENT
2. Perbandingan Negatif: Orang tua sering membandingkan anak dengan orang lain, yang dapat merusak rasa percaya diri anak.
3. Perilaku Agresif atau Kasar: Tindakan fisik atau verbal yang merusak, seperti penghinaan atau kekerasan, yang menciptakan lingkungan yang tidak aman.
4. Kontrol Berlebihan: Orang tua yang terlalu mengontrol atau mengatur kehidupan anak, menghalangi mereka untuk mengembangkan kemandirian.
5. Manipulasi Emosional: Menggunakan rasa bersalah atau manipulasi untuk mendapatkan apa yang di inginkan dari anak.
Berikut ada dampak yang terjadi pada psikologis anak akibat oleh toxic parent relationship :
1. Citra Diri Rendah: Anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan toxic sering mengalami masalah dengan harga diri dan citra diri yang negatif.
2. Kecemasan dan Stres: Lingkungan yang tidak stabil dapat menyebabkan anak mengalami kecemasan yang berkepanjangan dan stres emosional.
ADVERTISEMENT
3. Depresi: Anak-anak dapat mengembangkan gejala depresi yang serius akibat perlakuan toxic dari orang tua.
4. Kesulitan dalam Hubungan: Anak-anak yang mengalami toxic parenting sering kali memiliki masalah dalam menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain di masa dewasa.
5. Trauma Emosional: Pengalaman negatif yang dialami dapat menyebabkan trauma yang mempengaruhi kehidupan anak hingga dewasa.
Memahami adanya ciri-ciri toxic parent relationship sangat penting bagi kita semua, diperlukan kesadaran diri, membangun batasan yang sehat, serta dukungan dari lingkungan atau tenaga profesional seperti psikolog. Memahami bahwa hubungan ini tidak sehat adalah langkah pertama untuk keluar dari lingkaran toksisitas dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Referensi:
Andini Br Sembiring, Laila Atiyyah Ramadhani Sitorus, Zaki Fadhillah (2024). Strategi Mahasiswa Tentang Dampak Toxic Parent Bagi Kesehatan Mental Anak Usia Dini. https://jurnal.alahyansukabumi.com/index.php/cindoku/article/view/257
ADVERTISEMENT
Frisca Aulia Permata Sanjaya, Nabilah Silvania Wanesti, Orchida Adi Lestari, Dewi Fatmasari Edy (2024). Gambaran Kesehatan Mental pada Remaja Korban Toxic Parenting di Sidoarjo. https://journal3.um.ac.id/index.php/psi/article/view/4591/2985
Kholifah Ganda Putri (2022). Hubungan Antara Toxic parents Terhadap Kondisi Kesehatan Mental Remaja. https://ejournal.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/istisyfa/article/view/2416/0
sumber foto : https://www.freepik.com/free-photo/young-child-receiving-emotional-abuse-from-parent-home_39427870.htm#fromView=search&page=1&position=8&uuid=9d3c9ede-8d37-4a74-b636-fca5cd315c72&query=toxic+parent