Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Manfaat Jawawut sebagai Tanaman Pangan yang Kaya Nutrisi
21 Juli 2024 8:26 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Winda Purnama Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Yukk kenalan dengan tanaman jawawut! Salah satu jenis tanaman sereal yang telah dibudidayakan sejak ribuan tahun yang lalu. Jawawut atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai foxtail millet (Setaria italica) merupakan tanaman rerumputan yang pernah menjadi makanan pokok di berbagai daerah Indonesia. Tanaman jawawut diperkenalkan ke Indonesia oleh migran Tiongkok sekitar 3000 tahun lalu. Sejak itu, jawawut mulai dikenal luas di Indonesia dan bahkan dijadikan makanan pokok oleh beberapa daerah seperti Enrekang, Pulau Rote, dan Pulau Sumba.
ADVERTISEMENT
Tanaman jawawut dapat tumbuh setinggi 90-150 cm, berdaun panjang, sempit dengan warna hijau cerah. Bunga jawawut tersusun dalam malai yang padat, panjang, dan berujung seperti ekor rubah, yang menjadi asal nama 'foxtail millet'. Biji jawawut kecil, bulat, dan biasanya berwarna kuning atau coklat. Biji ini merupakan bagian yang dapat dimakan dan bernilai gizi tinggi.
Jawawut disinyalir dapat menjadi makanan pengganti beras. Meski tidak sepopuler beras kandungan nutrisi pada jawawut sangat tinggi. Jawawut mengandung 84,2% karbohidrat, 10,7% protein, 3,3% lemak dan 1,4% serat. Selain itu, jawawut mengandung mineral penting seperti kalsium, besi, magnesium, fosfor, seng, dan kalium. Serta terdapat juga vitamin C, B1, dan B2 dalam jawawut.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Untuk harga jawawut sendiri tergolong tinggi. Di pasar tradisional, harga ecerannya mencapai Rp. 6.000,- per kilogram. Potensi hasil jawawut di Indonesia adalah 4 ton per hektare pada kondisi agroekologi yang marginal, di mana pertumbuhan serealia lainnya kurang berhasil.