Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Lebaran Di Kampung Halaman dengan Kehangatan dan Sukacita
2 April 2025 14:29 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari yumnacitra454 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Lebaran di Kampung Halaman dengan Kehangatan dan Sukacita.
Pemalang, 1 Syawal 1445 H – Momen Lebaran selalu menjadi waktu yang dinanti-nantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Tahun ini, tradisi mudik kembali berlangsung dengan penuh semangat, membawa kebahagiaan bagi mereka yang ingin merayakan Idul Fitri di kampung halaman bersama keluarga tercinta.
ADVERTISEMENT
Sejak beberapa hari sebelum Lebaran, berbagai moda transportasi dipenuhi oleh para pemudik yang antusias untuk pulang ke kampung halaman. Suasana jalan raya, terminal, stasiun, dan bandara menjadi saksi kebahagiaan yang terpancar dari wajah mereka yang ingin segera berkumpul dengan keluarga. Pemerintah dan pihak terkait pun telah mengantisipasi lonjakan arus mudik dengan menyiapkan berbagai fasilitas dan layanan demi kelancaran perjalanan.
Moment Sholat Idul Fitri
Pada pagi hari Idul Fitri, gema takbir berkumandang di seluruh pelosok negeri, mengiringi masyarakat yang berbondong-bondong melaksanakan salat Idul Fitri di masjid dan lapangan terbuka. Dengan penuh khidmat, umat Muslim melantunkan doa dan syukur atas nikmat Ramadan yang telah dijalani. Setelah salat, tradisi bersalaman dan bermaaf-maafan menjadi momen paling berharga, mempererat hubungan keluarga dan tetangga dalam nuansa penuh kehangatan.
Tidak ketinggalan, hidangan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, rendang, dan aneka kue kering tersaji di meja makan, menjadi pelengkap suasana hangat dalam perayaan ini. Kebersamaan semakin terasa saat keluarga besar berkumpul, berbagi cerita, mengenang masa lalu, dan tertawa bersama dalam sukacita. Anak-anak pun tampak gembira menerima angpao atau uang Lebaran dari sanak saudara.
ADVERTISEMENT
"Saat Lebaran yang ditunggu-tunggu adalah kebersamaan, canda dan tawa di ruang tamu, serta menikmati hidangan opor di meja makan bersama anak dan cucu," kata Nenek Sumini, warga Desa Banjaranyar, Pemalang (31/4).
Selain sebagai ajang silaturahmi, Lebaran di kampung halaman juga menjadi waktu yang tepat untuk berbagi dengan sesama. Banyak warga yang menyalurkan zakat dan sedekah kepada mereka yang membutuhkan, menunjukkan nilai kepedulian dan kebersamaan dalam masyarakat. Di berbagai daerah, kegiatan sosial seperti berbagi makanan dan santunan bagi kaum dhuafa turut memperkuat semangat kebersamaan di hari yang suci ini.
Tak hanya itu, masyarakat juga menjaga tradisi khas daerah dalam merayakan Idul Fitri. Di beberapa desa di Pemalang, misalnya, warga mengadakan acara halal bihalal dengan menyajikan makanan tradisional serta menggelar pertunjukan seni lokal sebagai bentuk syukur dan kebersamaan.
ADVERTISEMENT
Dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur, Lebaran di kampung halaman menjadi momen yang tak terlupakan. Kehangatan keluarga, sukacita pertemuan, serta nilai kebersamaan dan kepedulian menjadikan Idul Fitri tahun ini semakin bermakna bagi setiap umat Muslim.