Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Peningkatan Literasi Menggunakan Media Pojok Membaca
14 Maret 2025 14:11 WIB
·
waktu baca 5 menitTulisan dari Zahroh Nurhillal tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Membaca adalah suatu kegiatan seseorang menguraikan dan memahami informasi yang disajikan dalam bentuk teks atau tulisan. Ini melibatkan proses menafsirkan simbol-simbol yang tercetak atau ditulis untuk memperoleh makna. Membaca adalah keterampilan yang penting dan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, karena memungkinkan kita untuk belajar, mendapatkan informasi, memperluas wawasan, dan mengembangkan pemahaman tentang dunia di sekitar kita. Selain itu, membaca juga dapat menjadi sumber hiburan dan pemecah ketegangan yang menyenangkan. Dari sini kita bisa tahu bahwa membaca memiliki makna yang luas serta membuat kita yang tadinya tidak tahu menjadi tahu.
ADVERTISEMENT
Salah satu cara untuk mengetahui apakah sebuah negara maju atau tidak adalah dengan melihat seberapa maju sektor pendidikannya. Kemajuan pendidikan merupakan faktor penting dalam perkembangan sebuah negara. Peran pendidikan sangat penting bagi setiap negara, tetapi Indonesia adalah satu-satunya negara yang memiliki kemampuan untuk mengelola sumber daya negara. Indonesia menganggap pendidikan sangat penting dan penting, seperti yang ditunjukkan oleh alenia IV pembukaan UUD 1945, yang menyatakan bahwa salah satu tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan tidak hanya diajarkan di sekolah; orang tua, masyarakat, dan lingkungan sekitar memberi tahu anak-anak dari usia dini. Sumber daya manusia adalah kemampuan yang sangat penting dalam pendidikan karena pendidikan sangat penting untuk kemajuan atau perkembangan manusia di masa depan. Kualitas SDM sebuah negara pada dasarnya mencerminkan kualitas pendidikannya. Untuk mencapai tujuan meningkatkan kualitas pendidikan, lembaga pendidikan ditugaskan untuk menerapkan paradigma baru yang dikenal sebagai manajemen berbasis sekolah. Paradigma ini memungkinkan sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan secara efektif dan berkualitas tinggi (Fajrianti Ali, 2017).
ADVERTISEMENT
Sebagai kota besar, Tangerang tidak terlepas dari masalah literasi ini. Meskipun Kota Tangerang memiliki banyak fasilitas pendidikan dan teknologi, masih banyak orang yang belum mahir membaca. Ini terlihat dari kurangnya kunjungan perpustakaan dan partisipasi dalam kegiatan literasi. Faktor-faktor yang menyebabkan tingkat literasi yang rendah di kota ini termasuk minat yang rendah untuk membaca, keterbatasan akses terhadap literatur berkualitas tinggi, dan kurangnya dukungan lingkungan sekitar. Pemerintah Kota Tangerang telah mengambil berbagai langkah untuk meningkatkan literasi masyarakat. Pengembangan "Pojok Membaca" adalah salah satu inisiatif yang dilaksanakan. Tujuannya adalah untuk membuat tempat membaca yang nyaman dan mudah diakses oleh semua orang, baik di tempat publik, sekolah, maupun lokasi strategis lainnya. Tingkat pendidikan di Kota Tangerang sangat beragam. Meskipun ada beberapa institusi pendidikan terkemuka, aksesibilitas dan kualitas pendidikan masih menjadi masalah, terutama di daerah pinggiran. Hasil survei internal menunjukkan bahwa minat baca masyarakat, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja, perlu ditingkatkan, meskipun data dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang menunjukkan bahwa tingkat partisipasi sekolah cukup tinggi. Beberapa faktor menyebabkan tingkat literasi ini rendah. Ini termasuk kurangnya akses ke bahan bacaan berkualitas tinggi, jumlah fasilitas perpustakaan yang terbatas, dan kurangnya kegiatan literasi yang menarik dan interaktif.
ADVERTISEMENT
Perpustakaan daerah, taman bacaan masyarakat, dan pusat komunitas adalah beberapa sarana publik di Kota Tangerang yang membantu orang belajar. Namun, fasilitas ini tidak tersebar luas, sebagian besar berada di pusat kota. Salah satu hambatan dalam upaya peningkatan literasi adalah keterbatasan akses ke fasilitas ini di daerah pinggiran.
Melalui berbagai program dan kebijakan, pemerintah Kota Tangerang telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk meningkatkan literasi masyarakat. Program Pojok Membaca, salah satu inisiatif unggulannya, bertujuan untuk memungkinkan orang di berbagai tempat strategis di kota mendapatkan bahan bacaan dengan cara yang mudah dan nyaman. Diharapkan program ini dapat meningkatkan kemampuan literasi masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan remaja, dan mendorong minat baca.
Semua masyarakat mitra di Kota Tangerang memiliki ciri-ciri yang berbeda, dan masing-masing menawarkan tantangan dan peluang yang berbeda dalam upaya meningkatkan literasi masyarakat. Program Pojok Membaca diharapkan dapat menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi masyarakat, mengingat latar belakang demografis yang beragam, kondisi sosial ekonomi, dan jumlah fasilitas dan infrastruktur yang tersedia. Untuk program ini berhasil dan pencapaian tujuan literasi yang lebih baik di Kota Tangerang, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, komunitas, dan sektor swasta.
ADVERTISEMENT
Konsep ruang baca yang sederhana namun efektif untuk menarik minat baca masyarakat disebut "Pojok Membaca". Metode penyediaan materi bacaan yang mudah diakses di lokasi strategis seperti taman, halte bus, dan pusat komunitas. Dengan menyediakan berbagai jenis buku dan bahan bacaan lainnya yang menarik bagi berbagai kalangan usia, Pojok Membaca bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendorong kebiasaan membaca. Diharapkan, Pojok Membaca di Kota Tangerang akan menjadi pusat aktivitas literasi yang dinamis dan interaktif yang tidak hanya menyediakan buku tetapi juga mengadakan diskusi buku, workshop menulis, dan cerita bercerita. Dengan demikian, diharapkan Pojok Membaca dapat menjadi pusat kegiatan literasi yang dinamis dan interaktif yang menarik minat masyarakat untuk terlibat aktif dalam proses literasi.
ADVERTISEMENT
Untuk meningkatkan kebutuhan di pemerintahan kota Tangerang, beberapa program dirancang untuk memenuhi kebutuhan, termasuk informasi, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan untuk pembinaan dan interpretasi program, yang dapat dikembangkan secara mandiri oleh anggota pemerintahan. Selain itu, literasi sangat penting untuk informasi yang masuk dan keluar dari pemerintahan agar dapat mengolah dan memeriksa informasi yang akurat. Salah satu manfaat program pojok literasi adalah menambah wawasan, mengajarkan berbicara di depan umum, dan meningkatkan kemampuan individu, terutama mereka yang sudah memahami dasar yang dipelajari.
Sangat penting untuk menekankan pentingnya literasi dalam pembangunan masyarakat dan menunjukkan keadaan literasi di Indonesia, terutama di Kota Tangerang. Pemerintah Kota Tangerang memulai program Pojok Membaca sebagai upaya strategis untuk meningkatkan literasi masyarakat. Namun, pengabdian masyarakat yang mendalam untuk memahami dampak program dan membuat rekomendasi yang tepat diperlukan untuk memastikan bahwa program tersebut berhasil. Dengan demikian, diharapkan peningkatan literasi di pemerintahan Kota Tangerang dan memberikan kontribusi positif untuk pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya kota.
ADVERTISEMENT
DAFTAR PUSTAKA
Febrina Dafit, D. M. (2020). Pengaruh Program Pojok Literasi Terhadap Minat Baca Mahasiswa. www.neliti.com, 1-15.
Neli Agustina, I. S. (2022). Analisis Gerakan Literasi Pojok Baca Terhadap Minat BacaKelas 4 SDN Bojong 04. journal.universitaspahlawan.ac.id, 1-5.
Santoni Saputra, N. S. (2023). Efektivitas Program Pojok Literasi Ku SebagaiMedia Dalam Meningkatakan LiterasiMasyarakat di Desa Bumi Sari. journal.uir.ac.id, 1-8.
Zakaria, M. (2019). Implementasi Program Pojok Literasi di SDN Karang Tengah 7 Kota Tangerang. stai-binamadani.e-journal.id, 1-10.