Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Bersiap Perang Dagang, Trump Bakal Umumkan Tarif Impor Hari Ini
2 April 2025 9:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengkonfirmasi bahwa Presiden Donald Trump akan mengenakan tarif impor terbaru pada hari ini, Rabu (2/1), pada sejumlah negara. Namun, Gedung Putih belum memberikan rincian daftar tarif yang akan berimbas pada sektor bisnis, konsumen, dan investor karena memicu perang dagang global.
ADVERTISEMENT
Dilansir Reuters, Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan tarif timbal balik akan dikenakan pada negara-negara yang mengenakan bea masuk pada barang AS. Besaran tarifnya nanti akan diumumkan langsung oleh Trump. Sementara tarif 25 persen baru akan berlaku pada impor mobil.
Trump telah mengenakan bea masuk pada impor aluminium dan baja, serta meningkatkan bea masuk pada semua barang asal China. Namun, Trump juga berulang kali mengancam akan mengenakan tarif lain, hanya untuk membatalkan atau menundanya.
Pengumuman Leavitt kali ini mengindikasikan bahwa Trump berencana untuk terus maju mengenakan tarif. "Presiden memiliki tim penasihat telah mempelajari isu-isu ini selama beberapa dekade, dan kami fokus untuk memulihkan zaman keemasan Amerika," katanya.
ADVERTISEMENT
Menurut Washington Post, pejabat Gedung Putih sedang mempertimbangkan rencana yang akan menaikkan tarif 'balasan' bea masuk produk sekitar 20 persen dari hampir setiap negara, daripada menargetkan negara atau produk tertentu. Penerapan tarif tersebut dapat meningkatkan pendapatan AS lebih dari USD 6 triliun.
Sementara itu, Wall Street Journal, mengutip orang-orang yang mengetahui diskusi tersebut, melaporkan Perwakilan Dagang AS sedang mempersiapkan opsi untuk tarif menyeluruh pada sebagian negara yang kemungkinan tidak akan setinggi opsi tarif universal 20 persen.
China, Jepang, dan Korsel Mulai Konsolidasi
Dilansir Reuters, sebuah akun bernama Yuyuan Tantian yang terafiliasi dengan TV di China (China Central Television/CCTV) dalam sebuah postingannya di Weibo, membocorkan bahwa Menteri Perdagangan ketiga negara itu bertemu untuk mempercepat pembicaraan tentang kesepakatan perjanjian perdagangan bebas demi mulusnya perdagangan di regional dan global.
ADVERTISEMENT
Kesepakatan tersebut menjadi penting karena Jepang dan Korea Selatan mengimpor bahan baku semikonduktor dari China. Sementara China sendiri juga tertarik untuk membeli produk chip dari Jepang dan Korea Selatan, ungkap akun tersebut, Yuyuan Tantian, dalam sebuah postingan di Weibo.
Saat ditanya soal rencana kesepakatan itu, Juru Bicara Kementerian Perdagangan Korea Selatan menyatakan laporan tersebut terlalu berlebihan. Ketiga negara bertemu hanya untuk bertukar pikiran soal perdagangan global.
"Ketiga negara bertukar pandangan tentang lingkungan perdagangan global, dan seperti yang dapat Anda lihat dalam pernyataan bersama, mereka berbagi pemahaman mereka tentang perlunya melanjutkan kerja sama ekonomi dan perdagangan," kata Juru Bicara Kementerian Perdagangan Korea Selatan.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Korea Selatan, Ahn Duk-geun, menekankan pentingnya memperkuat implementasi Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) dan memperluas kerja sama melalui negosiasi FTA tiga negara.
ADVERTISEMENT
“Kami perlu menciptakan kerangka kerja yang memperluas perdagangan antara ketiga negara melalui negosiasi FTA Korea-China-Jepang,” ujar Ahn.
RCEP, yang mulai berlaku pada 2022, mencakup 15 negara Asia-Pasifik dan bertujuan mengurangi hambatan perdagangan. Namun, sejak memulai pembicaraan pada 2012, ketiga negara belum mencapai kemajuan berarti dalam kesepakatan perdagangan bilateral.
Donald Trump mengumumkan tarif impor baru ke banyak negara yang menjadi dimulainya genderangan perang dagang Trump, Rabu (2/4) malam waktu AS. Indonesia termasuk negara yang terdampak kebijakan baru ini. Tarif Impor Baru Trump, Indonesia Kena 32%