Thailand Bakal Lobi AS, Minta Tarif Dagang dari Trump Dikurangi

3 April 2025 11:58 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Perdana Menteri termuda Thailand, Paetongtarn Shinawatra. Foto: Chalinee Thirasupa/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri termuda Thailand, Paetongtarn Shinawatra. Foto: Chalinee Thirasupa/REUTERS
ADVERTISEMENT
Thailand memiliki rencana kuat untuk menangani tarif perdagangan baru yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Thailand berharap dapat bernegosiasi dengan AS untuk pengurangan tarif.
ADVERTISEMENT
Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah memitigasi dampak dari tarif 36% yang diumumkan Washington sebagai bagian dari penetapan tarif besar-besaran yang membuat pasar global terguncang.
Dikutip dari AFP, Kamis (3/4), Trump meningkatkan perang dagang dengan tarif di atas 10%. Negara Asia Tenggara dengan surplus perdagangan yang signifikan dengan AS mendapat perlakuan keras. Vietnam dikenakan tarif 46% dan Kamboja 49%.
"Kami memiliki rencana yang kuat," kata Paetongtarn dalam tanggapannya terkait tarif dagang AS.
Presiden Donald Trump menunjukkan grafik tarif impor baru saat "Make America Wealthy Again" di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (2/4/2025). Foto: Brendan Smialowski/AFP
"Kami telah mempersiapkan sejumlah langkah, termasuk mengirim sekretaris tetap kami untuk berbicara dengan mereka. Saya rasa kami dapat bernegosiasi," lanjutnya.
Trump menjuluki hari pengumuman perang dagang ini sebagai "Hari Pembebasan". Menurutnya, penetapan tarif ini akan mendatangkan keuntungan bagi AS.
ADVERTISEMENT
Wakil Menteri Keuangan Thailand Julapun Amornvivat mengatakan, pemerintah tidak terkejut dengan penetapan tarif, meski jumlahnya lebih besar dari yang diperkirakan.
"Kami harus bernegosiasi dengan pengertian, bukan dengan pembicaraan agresif, tapi kami harus berbicara produk mana yang menurut mereka tidak adil dan kami harus melihat apakah kami dapat menyesuaikan," katanya dalam video wawancara yang diposting secara daring.
Pejabat menteri keuangan akan bertemu untuk mendiskusikan langkah-langkah untuk memitigasi dampak langsung, termasuk menyusun pedoman untuk negosiasi di masa mendatang.