Uni Eropa Siap Respons Tarif Dagang AS, tapi Tetap Terbuka Negosiasi

3 April 2025 12:14 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen saat tiba untuk pertemuan tatap muka kedua di Uni Eropa, di Brussels, Belgia, Kamis (1/10). Foto: Francisco Seco/Pool via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen saat tiba untuk pertemuan tatap muka kedua di Uni Eropa, di Brussels, Belgia, Kamis (1/10). Foto: Francisco Seco/Pool via REUTERS
ADVERTISEMENT
Uni Eropa siap menanggapi tarif dagang baru yang ditetapkan oleh Amerika Serikat. Namun, Kepala Uni Eropa Ursula von der Leyen tetap mendesak Presiden Donald Trump untuk mengatasi kekhawatirannya lewat dialog.
ADVERTISEMENT
"Saya sangat menyesalkan pilihan ini," kata von der Leyen, dikutip dari AFP, Kamis (3/4).
"Tampaknya tidak ada ketertiban dalam kekacauan ini. Tidak ada jalan yang jelas melalui kompleksitas dan kekacauan yang terjadi karena semua mitra dagang AS terkena dampaknya," lanjutnya.
Von der Leyen juga menyatakan Uni Eropa siap untuk menanggapi.
"Kami sekarang mempersiapkan tindakan balasan lebih lanjut untuk melindungi kepentingan dan bisnis kami jika negosiasi gagal," ungkapnya.
Trump menyebut hari pengumuman perang dagang ini sebagai "Hari Pembebasan". Trump menetapkan tarif 20% untuk Uni Eropa.
Presiden Donald Trump menyampaikan pidato mengenai tarif impor baru saat "Make America Wealthy Again" di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (2/4/2025). Foto: Brendan Smialowski/AFP
Sebelumnya, Trump mengenakan tarif terhadap impor baja dan aluminium serta mobil dan suku cadang mobil.
Meski demikian, Uni Eropa berusaha keras untuk menyelesaikan kekhawatiran perdagangan Trump melalui dialog. Pintu dialog pun kembali dibuka oleh von der Leyen.
ADVERTISEMENT
"Ada jalan alternatif. Masih belum terlambat untuk mengatasi kekhawatiran lewat negosiasi," tuturnya.
Selain itu, von der Leyen mengatakan tarif yang baru akan merugikan konsumen di seluruh dunia.
"Dampaknya akan segera terasa. Jutaan rakyat akan menghadapi tingginya harga kebutuhan. Biaya kesehatan akan lebih mahal, demikian juga dengan transportasi. Inflasi akan naik," ungkapnya.
Negara-negara yang kena tarif impor Trump. Foto: Dok. AIA Consultancy
Muncul juga kekhawatiran di Eropa bahwa bea masuk Trump yang lebih tinggi akan menyebabkan membanjirnya produk-produk murah dari negara lain, khususnya China.
Von der Leyen mengatakan Uni Eropa akan mengawasi dengan cermat dampak tidak langsung dari tarif tersebut dan berjanji akan melindungi industri di Eropa.
"Eropa akan berdiri berdampingan dengan mereka yang terkena dampak langsung," katanya.